By : Investors Academy                                                                                                                 10/14/2011

 

Fokus Market  

Ø     G20 Meetings

§  pertemuan para menteri keuangan dan petinggi bank sentral dari 20 negara industri, dimana fokus yang mungkin akan diangkat adalah pada krisis utang zona euro.

Ø     Consumer Price Index China

§  data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah.

Ø     Trade Balance Italia dan Uni Eropa

§  adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).

Ø     Retail Sales AS

§  data ini menghitung total penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya.

Market Review

Ø     AS

o    Saham AS kembali melemah seiring kekhawatiran investor atas potensi peminjaman antar bank yang berdampak negatif ke sektor perbankan AS, yang dipicu laporan sektor tenaga kerja AS masih belum menggembirakan. Indeks saham Dow Jones melemah -0.71% ke level 11,343, sementara S&P 500 anjlok -0.71% diperdagangkan di level 1,189.50, dan indeks Nasdaq naik secara moderat 0.22% ke level 2,301.00. Laporan laba JP Morgan Chase mengindikasikan penurunan tipis pada earnings Q3, disebabkan operasi investment banking yang cukup lemah mulai berdampak pada profit, dan saham JP Morgan melorot 5% sejauh ini. Saham perbankan lainnya juga melemah, Bank of America anjlok 4.6%, sementara Citigroup merosot 5.8% dan Morgan Stanley tertekan 5.6%.

o    Departemen Tenaga Kerja AS hari Kamis melaporkan klaim pengangguran AS dirilis lebih baik dari yang diperkirakan, sedikit menurun sekitar 1.000 orang ke level 404.000 dari minggu sebelumnya yang direvisi naik di 405.000. Ekonom memperkirakan klaim naik di 406.000. Sedangkan defisit neraca perdagangan AS menyempit ke $45,61 milyar dari sebelumnya $45,63 milyar.

Ø     Uni Eropa

o    Consumer Price Index Jerman tumbuh 0,1% untuk periode bulanan dan 2,6% pada tahun ini. Badan Statistik ini mengatakan bahwa harga energi membuat kontribusi yang signifikan terhadap kenaikan harga, meningkat 11,2% secara tahunan. Bahan bakar motor naik 2,8% pada bulan dan 13,9% pada tahun ini. Tidak termasuk energi, harga turun 0,1% pada periode bulanan tapi masih naik 1,5% pada tahun ini. Di kategori lain, makanan dan harga minuman non-alkohol tidak berubah pada periode bulanan dan naik 3,1% pada tahun ini.

o    Parlemen Slovakia menyetujui perluasan Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa dalam pemungutan suara ulang. DPR memilih 114-30 dengan 3 abstain untuk mendukung EFSF dalam upaya kedua minggu ini, setelah ditolak Selasa lalu. Partai oposisi Slovakia mendukung perubahan setelah pemerintah sepakat untuk menyelenggarakan pemilihan umum awal Maret. Slowakia adalah yang terakhir dari 17 anggota  zona euro yang menyetujui memberikan dukungan terhadap penambahan fasilitas dana penyelamatan menjadi € 440 milyar, sehingga melengkapi langkah proses persetujuan EFSF itu.

Ø     Inggris

o    Badan National Statistik Inggris hari Kamis merilis neraca perdagangan Inggris yang menyempit -7.8 milliar dari revisi -8.2 milliar. Dibandingkan perkiraan para ekonom neraca perdagangan ini lebih baik dari yang diperkirakan di level -8.8 milliar. Menurut Head Research dari Agrodana Futures, Yossy San, menyampaikan bahwa turunnya deficit perdagangan Inggris terdorong atas pelemahan tajam pair GBP/USD selama 2 bulan terakhir yang berimbas pada naiknya margin keuntungan para eksportir, dan  meningkatkan daya saing produk pada perdagangan luar negeri. Meningkatnya permintaan dalam negeri juga terlihat dari pertumbuhan sector manufactur yang secara mengejutkan dirilis lebih baik dari yang diperkirakan minggu lalu. Sedangkan disisi lain proyeksi pertumbuhan atas rencana kembali program quantitative easing yang dilakukan BOE menumbuhkan kepercayaan para pelaku usaha.

Ø     Jepang

o    Monetary Policy Meeting Minutes di hari Kamis menyimpulkan bahwa dampak dari penyesuaian neraca untuk ekonomi AS dan konsekuensi dari masalah hutang di Eropa terus menjadi perhatian. Komite bank sentral Jepang tersebut juga mencatat bahwa ekonomi Jepang diperkirakan akan kembali ke jalur pemulihan di pertengahan fiskal ke 2011, seiring ekspor yang meningkat karena permintaan dari luar negeri dan meningkatnya permintaan domestik.

Ø     Swiss

o    Dolar AS melemah terhadap Franc Swiss pada Kamis setelah rilis data PPI Swiss. Pada hari Kamis data resmi menunjukkan bahwa harga ditingkat produsen jatuh ke -0,1% pada bulan September dari -1,2% pada bulan Agustus. Analis telah memperkirakan PPI Swiss turun -0.1% di bulan September.

Ø     Nikkei

o    Saham Tokyo rebound dihari Kamis dengan Nikkei Stock Average mengalami hit tertinggi dibulan ini setelah kenaikan saham di Wall Street dan pasar Eropa, yang naik di tengah surutnya kekhawatiran atas krisis utang Eropa. The benchmark index ditutup  pada 8,823.25, naik 84,35 poin, atau 0,97% titik tertinggi sejak 16 September, ketika mencapai 8,864.16. Melemahnya yen terhadap dolar dan euro juga membantu mengangkat saham automotif, elektronik dan eksportir lainnya.

Ø     HangSeng

o    Indeks HangSeng menguat diperdagangan hari Kamis, dipicu penguatan yang terjadi di bursa AS dan Eropa di investor kembali berminat membeli saham setelah pernyataan pihak Komisi Eropa yang berencana untuk menopang bank-bank Eropa yang sedang sakit dan parlemen Slovakia yang menyetujui perluasan Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa. Munculnya rencana terbaru untuk menyelesaikan krisis utang, ikut memicu bangkitnya risk appetite, sehingga sejumlah saham eksportir dan perbankan mengalami penguatan di pasar Asia tak terkecuali di bursa Hong Kong. Indeks HangSeng ditutup dilevel 18612 setelah sempat pada perdagangan Kamis menguat dilevel 18743.

Ø     Kospi

o    Kospi ditutup menguat 0.8% melanjutkan penguatan untuk keenam sesi berturut-turut. Indeks menguat 9.4% sejak hari Rabu. Saham Hana Financial melambung 7% menjadi KRW 38,800 setelah regulator keuangan lokal mengatakan akan meminta Lone Star untuk menjual 51% kepemilikan saham di Korea Exchange Bank kepada peminjam. Tetapi Samsung Electronics ditutup turun 0.9% menjadi KRW 890,000 setelah mengalami kekalahan untuk memenangkan hak paten melawan Apple Inc. di Australia.

Ø     Komoditas

o    Crude Oil Inventories yang dirilis oleh Energy Information Administration menunjukkan adanya kenaikkan di 1.3M dan lebih baik dari perkiraan yang hanya naik 0.4M setelah pada laporan sebelumnya turun di 4.7M hal ini memberikan sinyalemen perkembangan positf pada ekonomi AS.

Ø     Umum

o    Surplus perdagangan China menyempit pada September menjadi $14.51 miliar dari $17.76 miliar pada bulan Agustus, dan lebih buruk dari perkiraan 12 ekonom dalam survei Dow Jones Newswires di $17.25 miliar. Ekspor naik 17,1% pada September dari tahun sebelumnya menjadi $ 169.7miliar. Wakil Menteri Lu Peijun Bea Cukai mengatakan hari Kamis bahwa sembilan bulan pertama tahun ini, surplus perdagangan China sebesar $107.1 miliar turun 10,6% dari tahun sebelumnya. Berbicara pada konferensi pers, Lu mengatakan setahun penuh surplus perdagangan China kemungkinan dengan total $ 170 miliar, yang akan turun 7,1% dari 2010.

o    Menurut survei Private Banker International, aset 20 bank swasta terbesar se-Asia Pasifik meningkat 76% menjadi hampir US$ 1 triliun sejak 2007. UBS AG kehilangan posisi juara sebagai pengelola aset individu terbesar di Asia dengan menempati ke posisi kedua dengan mengelola aset sebesar US$ 157 miliar. Posisi pertama di tempati Citigroup dengan dana kelolaan sebesar US$ 179 miliar. Sementara HSBC menempati posisi ketiga dengan dana kelolaan US$ 150 miliar. Menurut survei Capgemini SA dan Bank of America Corp., jumlah jutawan di Asia Pasifik telah melebihi jumlah jutawan di Eropa untuk pertama kalinya sejak 2010. Industri perbankan swasta di Asia memang telah berkembang seiring pertumbuhan perekonomian dan bertambahnya kekayaan penduduk di wilayah ini. Sementara sebaliknya, keadaan yang tidak mendukung menerjang Eropa dan AS. Eropa sedang berjuang mengatasi krisis uang wilayahnya dan perekonomian AS pun saat ini sedang goyah.

o    Krisis utang Eropa yang berkepanjangan diprediksi akan memicu aksi jual atas aset-aset Asia. Menurut Badan Moneter Internasional (IMF), hal itu akan memicu bank asing untuk memangkas penyaluran kredit ke kawasan regional dan mengganggu kestabilan pasar mata uang Asia. Dalam hasil riset yang dirilis hari Kamis, IMF menulis pertumbuhan Asia mencatatkan perlambatan sejak kuartal II 2011. Hal itu menyebabkan IMF memangkas estimasi pertumbuhan tahun ini menjadi 6,3% dari prediksi bulan April sebesar 6,8%. Tidak hanya itu saja, tekanan inflasi di Asia masih akan terus meningkat dan kondisi finansial masih akomodatif. "Peningkatan guncangan finansial di kawasan Eropa dan perlambatan ekonomi AS akan memukul perekonomian makro termasuk di dalamnya Asia," jelas IMF. Dalam analisanya, IMF juga menulis, sejak 2009, investor dari negara-negara maju sudah membangun posisi investasi di Asia. "Adanya likuidasi secara tiba-tiba atas posisi tersebut bisa memicu hilangnya kepercayaan. Guncangan tersebut juga dapat menyebar dari pasar obligasi, saham, mata uang, ke pasar lainnya," jelas IMF. Belakangan ini, pasar saham Asia sudah mulai terguncang. Sebagai bukti, indeks MSCI Asia Pacific anjlok 16% pada kuartal lalu. Ini merupakan penurunan kuartalan terbesar sejak 2008. Menurut IMF, adanya aksi jual akibat kepanikan di Asia menunjukkan tidak ada tempat bersembunyi ketika perekonomian negara-negara maju terguncang.